Cara Mengatasi PMS Dengan Tepat

Sindrom pramenstruasi atau yang biasa kita kenal dengan PMS adalah salah satu masalah menstruasi yang paling sering dialami. Kurang lebih, gejala yang terkait dengan PMS ini ada 150, mulai dari kram, kembung, mudah tersinggung, nyeri payudara, mengidam makanan, sakit kepala, dan konstipasi. Perubahan hormon selama pertengahan siklus haid diduga kuat menjadi penyebab sindrom ini.

Contoh masalah menstruasi lainnya ialah pendarahan hebat serta tidak teratur dan telatnya periode haid. Pendarahan hebat serta tidak teratur cenderung terjadi pada awal dan akhir masa reproduksi wanita, sedangkan penyebab telat haid yang paling umum adalah kehamilan. Siklus menstruasi juga dapat terganggu oleh ketidakseimbangan hormon yang berkaitan dengan obesitas, diabetes, penyakit tiroid, gangguan makan seperti anorexia, atau terjadinya perubahan dalam mengonsumsi pil kontrasepsi.

Ada satu golongan wanita yang dengan mudah menderita masalah menstruasi, yaitu wanita yang melakukan latihan atletik tingkat tinggi. Mengapa? Karena lemak tubuh mereka tidak berada pada jumlah yang tepat sehingga Anda tidak akan memiliki banyak hormon estrogen.

Kaitan Dengan Nutrisi

Tips-tips berikut ini dapat membantu mengatasi PMS, karena PMS masalah yang paling umum terjadi. Untuk masalah menstruasi lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter, ginekolog, dan ahli diet, mereka dapat membantu Anda untuk mengatasinya.

Diet yang seimbang. Jangan lewatkan jadwal makan Anda, makan dengan porsi sedang, dan pastikan makanan yang Anda konsumsi dilengkapi biji-bijian, kacang polong, sayuran, dan buah-buahan. Makanan kaya karbohidrat bisa bermanfaat saat PMS karena dapat meningkatkan produksi serotonin, zat kimia otak yang mengatur suasana hati.

Konsumsi makanan yang memiliki kadar glikemik rendah. Makanan dengan kadar glikemik rendah dan kaya akan serat, seperti apel dan pir adalah yang terbaik, karena peningkatan kadar gula dalam darah berjalan lambat, sehingga mampu membantu mengendalikan nafsu makan dan kemungkinan mengidam.

Hindari makanan yang bisa memperburuk PMS. Lemak, minuman berkafein perlu dihindari, juga asupan sodium perlu dikurangi. Dan, hindari juga alkohol sebelum menstruasi. Alkohol bisa memicu atau memperburuk gejala.

Pentingnya kalsium. Kalsium dapat membantu mengurangi gangguan mood, kram, dan kembung akibat PMS. Beberapa peneliti meyakini gejala PMS mungkin akibat kadar kalsium rendah, karena gejala orang kekurangan kalsium mirip dengan gejala PMS. Kalsium bisa Anda dapat dari produk susu, minuman berbahan dasar kedelai, salmon atau sarden kaleng, dan sayuran hijau.

Tingkatkan asupan magnesium. Wanita yang menderita PMS seringkali memiliki kadar magnesium yang rendah, yang dapat menyebabkan mereka menderita sakit kepala dan depresi saat PMS. Jadi, cobalah untuk makan makanan yang kaya akan magnesium. Makanan yang kaya akan magnesium misalnya biji bunga matahari, kacang-kacangan, kacang lentil dan kacang polong, biji-bijian, kedelai, buah ara, dan sayuran hijau.

Tingkatkan juga asupan vitamin B6. Makanan yang kaya akan vitamin B6 dapat membantu meringankan gejala PMS. Vitamin B6 dapat membantu merangsang produksi serotonin dan mengurangi kecemasan serta depresi yang disebabkan oleh PMS. Sumber vitamin B6 terbaik adalah daging sapi, babi, ayam, ikan, sereal gandum, pisang, alpukat, dan kentang. Namun, jika Anda mengonsumsi suplemen, pastikan agar tidak melebihi batas atas untuk orang dewasa, yaitu 100 mg per hari. Kelebihan vitamin B6 juga tidak baik, karena sering dikaitkan dengan kerusakan saraf.

Hati-hati saat mengidam. Tidak apa-apa untuk menikmati cokelat sesekali, tapi mengonsumsi makanan bergula dalam jumlah besar dapat menambah kalori kosong dan bisa memperburuk keinginan akan permen dengan cara mengganggu kadar gula darah normal. Jika ingin ngemil, pilihlah makanan ringan sehat yang kaya akan serat, seperti biskuit gandum atau buah, makanan-makanan itu dimetabolisme pada tingkat yang lebih lambat daripada permen dan juga bisa membantu mencegah konstipasi yang dialami beberapa wanita sebagai bagian dari PMS.

Cobalah teh herbal untuk mengatasi kram. Misalnya, teh daun Raspberry. The daun raspberry mengandung zat yang dianggap dapat merilekskan rahim serta mengurangi kram. Contoh lainnya ialah teh kamomil, yang memiliki antispasmodik.

Makanlah banyak makanan yang kaya akan zat besi. Meski pendarahan berat jarang gejala dari penyakit serius, aliran darah yang berlebihan bisa berakibat pada hilangnya zat besi, sehingga risiko anemia pun meningkat. Seorang wanita dewasa membutuhkan 18 mg zat besi setiap hari. Sumber zat besi yang baik adalah daging merah, kacang polong, , sayuran hijau, dan buah kering. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, Anda perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C di saat yang sama.

Selain Pola Makan

Strategi berikut dapat membantu mengatasi masalah menstruasi Anda:

Olahraga. Berolahraga rutin dapat mengurangi risiko menderita PMS.

Mandi air hangat atau gunakan alas pemanas. Kedua tindakan tersebut bisa membantu mengurangi kram.

Pertimbangkan obat anti-inflamasi. Prostaglandin, zat yang menyebabkan kontraksi rahim, berperan dalam menyebabkan kram menstruasi. Aspirin, ibuprofen, dan obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya (NSAIDs) dapat menghambat produksi psotaglandin sehingga mampu mengurangi kram akibat menstruasi.

Konsultasi dengan ginekolog. Seorang wanita yang mengalami menstruasi terus menerus perlu menemui ginekolog untuk mengetahui apakah dia memiliki masalah yang memerlukan pengobatan. Dalam beberapa kasus, masalah pada menstruasi bisa berhubungan dengan kondisi lain, seperti tumor fibroid atau endometriosis. Seorang wanita mungkin juga mendekati menopause atau memiliki masalah berat badan yang menyebabkan telat menstruasi.

 

Leave a Reply