Kampoeng Kurma Berkontribusi dalam Agrowisata Kurma di Indonesia

Agrobisnis komoditas perkebunan di Indonesia akan bertambah semarak dan cerah dengan semakin populer dan ramainya lahan perkebunan kurma di Indonesia.
Tanaman Kurma dikenal masyarakat sebagai tanaman orisinil dari Jazirah Arabia atau Timur Tengah. Namun kini telah cukup banyak bukti bahwa tanaman kurma, khususnya telah berbuah dan panen di daerah iklim tropis
seperti di Indonesia. Yang mengejutkan sekali, ternyata Indoesia ketinggalan cukup jauh sampai belasan tahun dibelakang dalam menumbuhkembangkan dan membudidayakan komoditas tanaman kurma. Indonesia juga telah ditinggal jauh di landasan oleh tingginya riset bioteknologi dan penelitian dan pengembangan
oleh sesama negara di kawasan Asia seperti oleh negara China, India, maupun negara tetangga Muangthai (Thailand) dan negri jiran Malaysia.
Keberadaan posisi kebutuhan pangan di suatu bangsa adalah hal yang Primari atau kebutuhan utama, baru kemudian menyusul kebutuhan kedua yaitu kebutuhan sandang (pakaian) dan ketiga kebutuhan papan (tempat tinggal).
Keberadaan properti lahan kebun (kavling kurma) adalah termasuk pemenuhan dari kebutuhan utama yaitu pangan.
Pemain properti yang berspesialisasi di properti tanpa melibatkan lembaga perbankan (properti tanpa riba), relatif mulai banyak dan bermunculan dekade belakangan ini.
Perusahaan Kampoeng Kurma (brand Kampoeng Kurma), adalah salah satu pemain properti berlandaskan syariat Islam/properti syariah (tanpa melibatkan perbankan ribawi) yang telah 2 tahun sukses membangun, dan mengelola properti lahan (tanah kavling) Pohon kurma dan juga berhasil mengembangkan &meneliti bibit-bibit dan biji tanaman kurma di Kampoeng kurma
Tanaman pohon kurma sudah jelas terbukti memiliki banyak keistimewaan dan keungggulan, dibandingkan misalnya dengan pohon kelapa sawit. Dimana sudah terbukti pula bahwa 1 pohon kurma itu equal dengan yield 1Ha lahan kelapa sawit, ilustrasi figur, Klik : Kurma vs Sawit
Maka dari itu Perusahaan Kampoeng Kurma sangat berkomitmen untuk mengembangkan dan mengelola properti lahan (kavling kurma), dalam melakukan penjualan properti berkonsep syariah lahan kavling-kavling kurma dimana setiap konsumen yang sudah membeli per-unit kavling kurma akan mendapatkan bonus-bonus bibit kurma dan perawatannya agar sampai berbuah jangka
waktu maksimal 5 tahun (sesuai akad jual-beli &rekomendasi Dewan Syariah Indonesia).
Pengerjaan proyek dari Kampoeng Kurma berupa implementasi dari kontribusi spesial di kelurahan (desa) Sokaresmi
yang memiliki area lahan seluas 700 ribu Bata (satuan ukuran adat masyarakat) atau 900-an hektar tanah adat dan hampir 350 ribu Bata (atau hampir 500 hektar) tanah status hukum HGU (tanah garapan).
Salah satu peranserta dan kontribusi Kampoeng Kurma adalah terlibat dalam pembangunan di masyarakat Kelurahan Sokaresmi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, implementasi dan berkontribusi dalam pendanaan ratusan Milyar rupiah untuk pembangunan jalan di perkampungan Sukaresmi sepanjang puluhan kilometer.
Kampoeng Kurma juga menyediakan dan membangun fasilitas umum untuk masyarakat yang profesinya mayoritas petani tersebut (sekitar agrowisata lahan kavling kurma) koperasi dan lembaga mikro keuangan syariat (baitul mal wattanwir).
Fasilitas sosial kemudian dibangun dan didirikan seperti, Mushola, masjid, pendidikan keagaamaan Islam (pesantren penghafal Al-Qur’an), dalam mendukung dan menunjang keberadaan lokasi area properti lahan (kavling kurma) sebagai agrobisnis-wisata kurma sebagai produk properti unggulan PT Kampoeng Kurma.

Artikel menarik lainnya silakan KlikĀ Kampoeng Kurma

 

Leave a Reply