Sesuatu yang Perlu Diketahui Tentang Fumigasi Jakarta

Fumigasi adalah metode yang paling umum digunakan untuk pengendalian hama dan membunuhnya. pada dasarnya, fumigasi menggunakkan pestisida atau pembasmi hama dalam bentuk gas, yang disebut sebagai fumigan, untuk meracuni hama di area pemukiman, kompleks bisnis atau ruang publik.  Fumigasi juga digunakan dalam pertanian atau produk biji-bijian untuk mencegah produk terinfeksi aatau terkena hama merugikan dan selama impor dan ekspor barang tersebut bebas serangga, cacing dan organisme lainnya.

perlu Anda ketahui penggunaan bahan kimia yang berlebihan dalam bentuk apa pun harus dihindari karena dapat membahayakan kehidupan manusia atau bangunan struktural, maka dari itu Anda harus benar-benar mmemperhatikan bahan kimia dalam fumigasim. seelain itu proses ini tidak sepenuhnya efektif dalam eliminasi hama, itu hanya mencegah hama datang ke area yang sama dan membunuh hama di area tareget.

Proses Fumigasi

Proses jasa fumigasi Jakarta biasanya dilakukan secara bertahap. Sebagai langkah pertama, seluruh area yang membutuhkan fumigasi ditutup. ini di maksutkan agar area yang tiidak menjadi target fuminnasi tidak terkena dampaknya. Selanjutnya, area tersebut difumigasi, yaitu bahan kimia dilepaskan di ruang tertutup tadi yang mungkin berupa rumah, kantor, gudang, ruang bawah tanah, kontainer kargo kapal, dll. Pada fase ketiga, fumigan diberi waktu untuk sepenuhnya mengisi ruang tertutup dan membunuh hama seelrti woodborers, rayap atau bibit hama yang berbentu telur, larva. pada tahap akhir, seemua ventilasi di buka. jjendela dan pintu. sehungga  udara segar dan sinar matahari bisa masuk dan segera mengeluarkan bekas-bekas fumigasi daan tidak ada jejak bahan kimia atau gas yang tertinggal. Setelah proses ini selesai dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan, area ini bersertifikat ‘bebas hama’.

Bahan kimia yang digunakan dalam fumigasi

fumigan yang banyak di gunakan adalah metil bromida. tetapi sejak  Protokol Montreal, sebuah perjanjian internasional yang ditandatangani pada akhir 1980-an untuk melindungi lapisan ozon atmosfer dari penipisan, ditandatangani penggunaan acak dari banyak bahan kimia tersebar luas produksi dan penggunaan metil bromida dbatasi kemudian.

Daftar fumigan yang biasa digunakan termasuk:

  • Formaldehid
  • Phosphine
  • Chloropicrin
  • Sulfuryl Fluoride
  • Metil Isosianat
  • Hidrogen sianida

dari berapa paragraf di atas dapat di ringkas bahwa fumigasi jakarta adalah upaya melakukan pembasmian dan pengendalian hama dengan prosess pengasapan menggunakan bahan kimia tertentu. semoga informasi di atas membantu dan bisa menjadi referensi.

Leave a Reply