Arsitektur Tradisional Nias Selatan

Harga ACP

Harga ACP – Latar belakang kerap kali berperang, elemen pertahanan desa serta letak geografis di tempat perbukitan boleh jadi menginspirasi pemilihan/penentuan lokasi desa di atas bukit. Dibangun pada masa kebudayaan megalitikum, tangga-tangga yang menjadi solusi pencapaian menuju lokasi permukiman di Nias Selatan terbuat dari batu alam yang dibentuk rapi.

Menjelang sebagian desa tradisional di Nias Selatan menonjol ada faktor-faktor kesamaan, yakni adanya daro-daro (batu kubur) sebagai peringatan akan nenek moyang; faulu (batu julang) sebagai “tugu” peringatan berdirinya kampung; serta hombo batu (batu lompat) yang ialah fasilitas jasmaniah desa. Masih menonjol pada desa-desa peninggalan bahwa wujud desa terjadi sebab susunan rumah tinggal yang rapat dan berjajar.

Berdialog mengenai arsitektur tradisional di Nias Selatan memang lebih didominasi oleh bangunan rumah tradisional atau rumah adat (omo hada). Rumah adat berbentuk tipis dan tinggi terkesan lemah kepada terpaan angin. Sebagai penyelesaiannya bangunan rumah adat dibangun saling merekat dan berjajar berhadapan di sepanjang desa. Sekilas mata mengamati, deretan rumah seolah memiliki wujud yang sama. Tapi, kalau dipandang, ada perbedaan pada ukuran, pada tinggi bangunan maupun letak jalan masuk ke dalam rumah. Kecuali itu, terdapat juga perbedaan pada tipe hias pada tiap rumah.

Strata sosial
Perbedaan tinggi bangunan rumah di Nias Selatan memperlihatkan kategori sosial masyarakat/strata penghuninya. Rumah tertinggi sebagaimana di desa di Bawömataluo maupun di Orahili, seumpama, yakni omo sebua (rumah besar).

Omo nifolasara sebua yakni rumah besar yang menjadi sentra orientasi desa. Rumah ini ialah rumah tinggal raja yang menyuruh desa itu pada masa lalu. Lazimnya berlokasi di tengah desa (seperti di Bawömataluo, Botohilitanö, Hilinawalö) dan memutus kelanjutan dari rumah-rumah adat yang berjajar. Untuk melengkapi kemegahannya serta memperlihatkan kekuasaan penghuninya, omo sebua dihiasi dengan 3 lasara (naga dalam mitos yang melambangkan daya) serta beragam ornamen yang memberi kesan magis.

 

Leave a Reply